Kenapa warna Fuji berbeda dengan Nikon, Canon, atau Sony

01

Beberapa tahun yang lalu saat Nikon dan Canon masih berjaya di dunia DSLR, semua orang yang beli kamera pasti beli kamera dengan merk, kalau nggak Nikon ya Canon. Dua “Agama” ini begitu familiar dimata pecinta fotografi. Tidak lama setelah itu muncul pesaing baru yaitu Sony, pabrikan yang terkenal dengan barang – barang elektroniknya ini mengakuisisi perusahaan kamera Minolta sebagai bukti keseriusan terjun ke dunia fotografi. Lalu gemparlah dunia dengan munculnya jenis kamera baru yaitu Mirrorless, kemudian disusul oleh fuji dengan design retro modern nya. Skip skip skip kepanjangan nanti kalau ceritanya diteruskan.

Back to topic, kenapa warna fuji itu berbeda dengan merk kamera lain ?

Sejarah telah mencatat bila Fujifilm telah puluhan tahun berpengalaman memproduksi roll film ( negatif film ) yang digunakan oleh berbagai merk kamera di seluruh dunia. Maka tak berlebihan bila Fujilah yang sebenarnya menciptakan warna – warna pada foto yang kita nikmati saat ini. Warna – warna fuji tentu sudah tidak asing lagi bagi fotografer yang sudah berpengalaman. Contohnya, Fuji provia, astia, dan yang paling terkenal adalah fuji velvia dengan ASA 50 nya. Tahu Peter Lik ? yang fotonya masuk rekor dunia sebagai foto termahal, berjudul GHOST ? Nah, Om Peter ini hampir selalu membawa Fuji Velvia 50 di dalam tas nya, untuk memotret pemandangan alam. Hmmm, kita sebagai orang awam pasti mengira kalau fotonya Om Peter Lik ini hasil editan warna di photoshop, kalau kita ngira begitu, salah besar.

Dengan pengalaman tersebut, bukan hal yang sulit bagi fuji untuk mengatur reproduksi warna disetiap kamera digitalnya. Berbekal sensor hasil pengembangannya sendiri yang bernama Xtrans Sensor inilah yang membuat fuji mampu menghasilkan warna foto yang berbeda dari berbagai merk tersebut. Hanya sedikit orang yang tahu, mungkin hanya sales fuji, dan beberapa fotografer yang antusias dengan fotografi bila Xtrans ini memang beda dengan sensor lain. Bahkan, saking bedanya, DXomark perusahaan yang sering menguji sensor pun masih belum bisa menganalisis penilaian dari sensor Xtrans ini. Komposisi letak pixel RGBnya berbeda dengan sensor CMOS pada umumnya sehingga fuji tidak membutuhkan lowpass filter untuk mengurangi moire pada foto dengan detail rapat.

Pengalaman pr